Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Kriminal

Kejagung Temukan Hubungan Dugaan TPPU Zarof Ricar dengan Aset Hasil Kejahatan

Kejaksaan Agung mengatakan penyidik telah menemukan hubungan antara perbuatan Zarof Ricar dengan harta atau aset yang diduga dari hasil kejahatan.

3 Mei 2025 | 19.19 WIB

Terdakwa mantan pejabat MA Zarof Ricar mengikiuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 28 April 2025. Tempo/Tony Hartawan
Perbesar
Terdakwa mantan pejabat MA Zarof Ricar mengikiuti sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 28 April 2025. Tempo/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung telah menemukan cara membuktikan harta eks pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar berasal dari tindak pidana korupsi. Namun Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Harli Siregar menolak menjelaskan bagaimana cara penyidik membuktikan Zarof Ricar melalukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) karena hal itu sudah masuk substansi penyidikan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

"Tentu penyidik telah menemukan hubungan antara perbuatan atau tindak pidana dengan harta kekayaan atau aset yang diduga dari hasil kejahatan," kata Harli saat dikonfirmasi pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Pada saat menggeledah rumah Zarof di Jakarta, penyidik menemukan uang senilai Rp 915 miliar dan 51 kg emas. Penyidik menduga uang itu merupakan hasil makelar kasus saat Zarof menjabat di MA selama rentang periode 2012-2022.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Harli menuturkan, baru ada dua tersangka dalam perkara TPPU ini, yakni, Zarof Ricar dan Heru Hanindyo, hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya yang memutus bebas Gregorius Ronald Tannur dalam perkara penganiayaan dan pembunuhan Dini Sera.

Dalam pernyataan resmi Kejaksaan Agung pada Senin, 28 April 2025, Zarof Ricar telah menjadi tersangka TPPU dengan tindak pidana asal korupsi, suap, dan atau gratifikasi pada 2012 hingga 2022 di Jakarta, serta penanganan perkara di Mahkamah Agung periode 2023 sampai 2024. Dalam perkara ini, penyidik telah memeriksa saksi, di antaranya DS selaku Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor BPN Kota Tangerang.

Zarof Ricar juga telah diperiksa oleh penyidik. “ZR diperiksa sebagai tersangka perkara TPPU,” ujar Harli melalui pesan singkat pada Selasa, 22 April 2025.

Sedangkan Heru Hanindyo menjadi tersangka TPPU dengan tindak pidana asal korupsi, suap hakim, dan atau gratifikasi penanganan perkara di Pengadilan Negeri Surabaya. Saksi yang telah diperiksa penyidik di antaranya TNY selaku Direktur Utama PT Pesona Jati Abadi.

Amelia Rahima Sari

Alumnus Antropologi Universitas Airlangga ini mengawali karire jurnalistik di Tempo sejak 2021 lewat program magang plus selama setahun. Amel, begitu ia disapa, kembali ke Tempo pada 2023 sebagai reporter. Pernah meliput isu ekonomi bisnis, politik, dan kini tengah menjadi awak redaksi hukum kriminal. Ia menjadi juara 1 lomba menulis artikel antropologi Universitas Udayana pada 2020. Artikel yang menjuarai ajang tersebut lalu terbit di buku "Rekam Jejak Budaya Rempah di Nusantara".

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus