Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak karya sutradara Mouly Surya kembali memenangi penghargaan internasional dalam ajang Five Flavours Film Festival di Polandia.
Baca: Akhirnya, Film Marlina Tayang di Indonesia Bulan Ini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kemenangan tersebut diumumkan dalam laman Twitter rumah produksi @cinesurya di Jakarta, Kamis, 23 November 2017, dengan mengunggah kutipan pernyataan NETPAC Jury Award dari Five Flavours Film Festival.
"Film ini memiliki visi tunggal yang unik, terutama dalam kualitas gaya, menggunakan ikonografi barat yang beralih ke lanskap Asia kontemporer," demikian pernyataan tersebut.
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak dinilai sangat mencolok dan menantang dengan kualitas luar biasa dalam desain penyuntingan, khususnya pada suara.
"Tidak diragukan lagi, Mouly Surya merupakan salah satu talenta Asia yang luar biasa saat ini dan ia membawa suaranya yang khas dalam film ini," kata para juri Five Flavours Film Festival.
Kemenangan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di Polandia itu menambah daftar penghargaan yang telah diperoleh film tersebut sejak awal kemunculannya di Festival Film Cannes pada Mei 2017.
Film yang mengambil latar di Sumba, Nusa Tenggara Timur, ini sebelumnya diganjar penghargaan film dengan skenario terbaik pada FIFFS Maroko edisi ke-11, aktris terbaik untuk Marsha Timothy dari Sitges International Fantastic Film Festival, Spanyol, serta penghargaan film terbaik Asian NestWave dari The QCinema Film Festival, Filipina.
Film ini di antaranya dibintangi Marsha Timothy (Marlina), Dea Panendra (Novi), Egi Fedly (Markus), dan Yoga Pratama (Frans), berasal dari sutradara senior Garin Nugroho.
Premis awalnya adalah kekerasan kampung yang tidak hanya terjadi di Sumba, tapi juga di banyak daerah lain di Indonesia tetap, dipertahankan Mouly dan Rama Adi sebagai penulis skenario. NAmun dengan ditambahkan detail budaya kendaraan berupa genre western ala film koboi.
Film yang mulai tayang di bioskop Tanah Air sejak 16 November lalu itu berkisah tentang Marlina, seorang janda muda yang diserang dan ternaknya dirampok. Kawanan perampok berjumlah tujuh orang itu mengancam nyawa, harta, dan kehormatan Marlina di hadapan suaminya, yang sudah berbentuk mumi, yang duduk di pojok ruangan.
Untuk membela diri, ia membunuh beberapa orang anggota perampok tersebut dengan racun yang dicampurkan ke makanan dan memenggal kepala Markus, si bos perampok.
Keesokan harinya dalam sebuah perjalanan demi mencari keadilan dan penebusan, Marlina membawa kepala Markus yang ia penggal pada malam sebelumnya.
Di bagian akhir film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, perempuan itu kemudian bertemu dengan Novi, yang menunggu kelahiran bayinya, dan Frans, yang menginginkan kepala Markus untuk kembali disatukan dengan tubuhnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini