Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Hukum

KPK Duga Duit di Kantor Lukman Hakim Saifuddin Terkait Kasus Romy

Komisi Pemberantasan Korupsi meyakini duit yang disita dari kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bukan duit honor.

5 April 2019 | 21.13 WIB

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada 15 November 2018. TEMPO/Andita Rahma
Perbesar
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada 15 November 2018. TEMPO/Andita Rahma

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi meyakini duit yang disita dari kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bukan duit honor. KPK meyakini duit tersebut masih terkait dengan kasus jual-beli jabatan di Kementerian Agama.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Uang itu kami sita, karena kami duga terkait dengan pokok perkara," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, di kantornya, Jumat, 5 April 2019.

KPK menyita ratusan juta rupiah dari laci meja kerja di kantor Lukman dalam penggeledahan pada 18 Maret 2019. Penggeledahan tersebut merupakan buntut dari operasi senyap terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy. KPK menyangka Romy menerima suap Rp 300 juta untuk mempengaruhi pemilihan Kepala Kantor Wilayah Kemenag di Jawa Timur dan Gresik.

Terkait penyitaan duit itu, Lukman enggan menjelaskannya kepada media massa. Politikus PPP itu ingin menjelaskan terlebih dahulu saat diperiksa KPK. Penjelasan soal duit itu justru datang dari Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani. Arsul mengatakan menurut penjelasan Lukman, duit itu merupakan honor selama menjabat menteri.

Febri membenarkan bahwa tim KPK menemukan duit honor Lukman Hakim Saifuddin di dalam laci meja kerjanya. Dan KPK menganggap honor itu adalah hak Lukman. Karena itu, tim KPK tidak menyitanya.

Tapi, menurut Febri, tim KPK telah mengidentifikasi bahwa ada duit dari sumber lain yang disimpan di tempat yang sama. Duit itu terbungkus tas. Tas itu dimasukan dalam laci. Di dalamnya, ada duit berjumlah Rp 180 juta dan US$ 30 ribu. "Uang itu terkumpul dalam sebuah tas," kata Febri. Duit itulah yang diduga berkaitan dengan kasus jual-beli jabatan di Kemenag.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus